1 Ringkasan Teori
Alat pengolahan data ini
terbagi kedalam empat golongan yaitu :
1.
Alat manual
2.
Alat mekanik
3.
Alat mekanik elektronik
4.
Alat elektronik
A.
OVERVIEW
E-mail telah menjadi bagian
tidak terpisahkan dari pengguna Internet saat ini. Hampir semua orang yang
melek Internet, minimal memiliki satu alamat e-mail. Penggunaan email yang
masif diantaranya disebabkan oleh kebutuhan pengiriman informasi yang cepat. Dengan
adanya email pengiriman informasi dapat dilakukan secara cepat, hanya dalam
hitungan menit bahkan detik (tergantung besaran file dan koneksi bandwidth yang
digunakan) informasi yang dikirimkan bisa tersampaikan (selama pengirim dan
penerima memiliki akses ke mail server tersebut) meskipun jarak antara pengirim
dan penerima berada dalam dua benua yang berbeda. Hal ini tidak/sulit bisa
dilakukan dengan cara konvensional (pengiriman lewat pos/kurir misalnya). Penggunaan email secara masif juga disebabkan
karena hampir semua aplikasi web based saat ini selalu menggunakan alamat email
sebagai alat untuk memverifikasi user.
B.
DEFINISI
Mail server adalah server yang dilengkapi dengan perangkat lunak yang
bertanggungjawab untuk melakukan pengiriman atau penerimaan email. Sebuah mail
server biasanya terdiri dari dua buah komponen utama yakni komponen MTA (Mail
Transfer Agent) yang bertanggung jawab mengirim dan menerima e-mail antar mail
server, dan MDA (Mail Delivery Agent) yang bertanggungjawab untuk mengelola email
yang telah diterima oleh MTA dan memasukannya ke dalam mailbox masing-masing
user(lebih lanjut dibahas pada bahasan komponen Mail Server)
C.
KOMPONEN SISTEM E-MAIL
Secara
umum komponen dari sebuah mail
sistem terdiri dari tiga komponen utama yakni :
a. MTA
MTA
(Mail Transfer Agent) adalah komponen sistem email yang bertanggung jawab untuk
melakukan pengiriman dan penerimaan e-mail. Secara garis besar MTA melakukan
fungsi-fungsi berikut :
1. Pertukaran email menggunakan
protokol TCP
2. Menerima email masuk (incoming)
3. Meneruskan email yang keluar
(outgoing)
4. Mengatur antrian bila ada
email masuk, keluar dan yang tertunda pengirimannya.
Contoh
software MTA ini adalah Postfix,
Qmail, Sendmail, Exim, Microsoft Exchange dll.
MTA
menggunakan protokol SMTP untuk melakukan pengiriman dan penerimaan email. SMTP
merupakan protokol dasar yang bertugas untuk menukarkan email (emai exchange)
antar host yang berbasis TCP/IP. Terdapat tiga standar dari protokol SMTP ini
yakni :
1. Standar yang digunakan
uuntuk pertukaran email antar komputer (STD 10/RFC821) disebut standar SMTP
2. Standar yang digunakan untuk
format pesan (STD 11) dijabarkan dalam RFC822 yang berisi mengenai sintak email
dan RFC1049 yang berisi mengenai penggunaan file yang bukan berupa ASCII text
(email menggunakan 7 bit ASCII) supaya dapat digunakan pada badan email.
Standar ini disebut MAIL
3. Standar yang digunakan yang
digunakan untuk menyalurkan email berdasarkan domain name system (DNS) ,
dijabarkan dalam RFC 974 dengan nama DNS-MX
Cara kerja SMTP
Pada saat seorang user
mengirimkan email, server SMTP pengirim
akan membangun dua jalur kanal transmisi menuju server SMTP penerima. SMTP
penerima ini bisa merupakan tujuan akhir atau hanya sebagai perantara saja
(SMTP relay server). Lalu beberapa command SMTP dikirimkan oleh SMTP pengirim
dan diteruskan SMTP penerima. Jika berhasil, penerima akan memberikan balasan
berdasarkan command yang dikirim tadi.
Tahapan pengiriman email
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Setelah kanal transmisi dibangun, SMTP
pengirim mengirimkan command MAIL yang memuat informasi nama pengirim mail
2. Jika SMTP penerima pada saat
itu bisa menerima mail, maka ia akan membalas pesan OK ke pengirim
3. Selanjutnya SMTP pengirim
akan memberikan command RCPT yang berisikan informasi nama user penerima mail yang
akan dikirimkan.
4. Command ini akan dibalas OK
jika penerima mengenali user tersebut atau penerima bisa meneruskan kepada user
tersebut walaupun bukan user lokal. Jika tidak, maka balasan berupa tolakan
akan dikirim. Pengirim dan penerima bisa menegosiasikan beberapa user yang akan
dituju.
5. Setelah proses negosiasi
selesai, maka saatnya untuk mengirimkan message data dengan menggunakan command
DATA, command ini diakhiri dengan karakter “.” (titik)
6. Jika data telah diproses
dengan baik maka penerima akan memberikan pesan OK kepada pengirim. Setelah ini
koneksi akan ditutup dan e-mail telah sampai ditujuan
7. Proses dilakukan satu per
satu secara berurutan tanpa bisa saling mendahului. Perhatikan gambar berikut :
SMTP
dapat bekerja secara end-to-end, artinya SMTP pengirim dan SMTP penerima dapat
berkomunikasi secara
langsung tanpa harus melalui pihak lain atau jika pengirim tidak dapat
berkomunikasi secara langsung dengan penerima, maka pengirim dapat menggunakan
fasilitas SMTP relay.
Untuk
menyediakan kemampuan relay, sebuah SMTP server yang menjadi relay harus
diberikan informasi dengan nama host tujuan akhir dan nama mailbox tujuan.
Argumen dari command MAIL berupa reverse path yang memberikan informasi dari
siapa mail berasal. Dan argumen RCPT berupa forward-path yang berisi kepada siapa mail ditujukan. Forward-path
adalah source route, sedangkan reverse-path adalah return route. Return route
digunakan untuk memberikan pesan kepada pengirim jika ada masalah dengan mail
yang dikirim
Satu
pesan email yang dikirimkan untuk beberapa penerima dalam satu domain yang
sama, pengiriman pesan hanya dilakukan sekali saja. Email yang telah
transmisikan kemudian akan diperbanyak dan diberikan pada masing-masing
penerima.
Berikut
ini adalah tabel kode balasan SMTP command
Kode
|
Arti
|
211
|
Status
sistem
|
214
|
Pesan
help
|
220
|
<domain>
Service siap melakukan tugas
|
221
|
<domain>
Service ditutup
|
250
|
Proses
pengiriman mail berjalan baik dan telah selesai
|
251
|
User bukan
berada di lokal dan akan di forward kepada <forward-path>
|
354
|
Mulai
memasukkan input mail dan diakhiri dengan <CRLF>.<CRLF>
|
421
|
<domain>
Service sedang tidak tersedia dan lansung menutup kanal transmisi
|
450
|
Aksi
command mail tidak dapat dilakukan : mailbox tidak ada ( sibuk )
|
451
|
Aksi
command mail dibatalkan : terdapat local error
|
452
|
Aksi
command mail tidak dapat dilakukan : kapasitas storage tidak mencukupi
|
500
|
Syntax
error, command tidak dikenal
|
501
|
Syntax
error dalam parameter atau argumen
|
502
|
Command
belum diimplementasikan
|
503
|
Urutan
command yang salah
|
504
|
Command
parameter belum diimplementasikan
|
550
|
Aksi
command mail tidak dapat dilakukan : mailbox tidak ditemukan
|
551
|
User
bukan berada di lokal; coba ke <forward-path>
|
552
|
Aksi
command mail dibatalkan: alokasi storage telah melebihi kapasitas
|
553
|
Aksi
command mail tidak dapat dilakukan: nama mailbox salah permission
|
554
|
Transaksi
gagal
|
b. MDA
MTA
dengan protokol SMTP-nya hanya mendefinisikan bagaimana proses pengiriman dan
penerimaan email antar server, sedangkan proses bagaimana email yang diterima
dan kemudian masuk kedalam mailbox masing-masing user tidak didefinisikan.
Adalah MDA (Mail Delivery Agent) yang bertugas untuk mengatur email yang sudah
diterima oleh MTA untuk masuk ke dalam mailbox masing-masing user. MDA dikenal
juga dengan istilah lain yakni LDA atau
Local Delivery Agent
Berikut
adalah beberapa contoh software yang digunakan sebagai MDA : postdrop, maildrop,
postfix-maildrop, binmail, dovecot, courier-maildrop dll
c. MUA
Mail
User Agent (MUA) atau lebih dikenal dengan mail client adalah software yang
digunakan untuk membaca/mengakses email.
MUA adalah interface yang berhubungan langsung dengan user.
User
menggunakan MUA untuk mengakses email dapat dilakukan melalui setidaknya tiga protokol yakni :
1. POP3
Post
Office Protocol versi 3, merupakan pengembangan dari versi POP sebelumnya yakni
POP1 dan POP2. POP3 di desain untuk pengguna dengan jaringan internet yang
sebentar-sebentar harus dimatikan. Sehingga pengguna dapat menggunakan email
tanpa harus terkoneksi secara terus-menerus. Walaupun pada POP3 terdapat
pilihan “leave message on server” pengguna email biasanya akan mengkoneksikan,
mengambil email dan menyimpannya pada PC, menghapus email di server dan memutus
koneksi. POP3 bekerja pada port 110, sedangkan untuk koneksi securenya POP3s
menggunakan port 995
2. IMAP
Internet
Message Access Protocol (IMAP), protokol alternatif yang bisa digunakan untuk
mengakses email selain POP3. Versi IMAP yang digunakan saat ini adalah IMAPv4.
Berbeda dengan POP3 yang akan mendownload secara keseluruhan email dari server,
IMAP hanya mendownload headernya saja. IMAP menampilkan pesan email yang ada di
server, sehingga untuk menampilkan email lewat IMAP diperlukan koneksi ke jaringan server yang
dituju. IMAP bekerja pada port 143, dan IMAPs menggunakan port 993Maildir
3. HTTP (Web Mail)
Saat
ini kebanyakan user menggunakan webmail sebagai interface untuk mengakses mail.
keuntungan penggunaan webmail adalah fleksibilitas akses. Akses webmail bisa
dilakukan dimana saja selama ada koneksi menuju server tersebut, di rumah, di
kantor, di warnet dll. Kerugiannya adalah keterbatasan besaran inbox yang
dimiliki. Masing-masing pengguna webmail biasanya memiliki quota tertentu, jika
sudah penuh maka harus dilakukan penghapusan email secara berkala. Berbeda
dengan POP3 yang menyimpan email di komputer client, tidak ada keterbatasan
besaran inbox penyimpanan. Keterbatasan lain dari Webmail ini adalah
ketergantungan terhadap akses internet yang tinggi, jika tidak ada akses
internet sama dengan tidak bisa akses email.
Contoh mail client (MUA)
diantaranya adalah : Mozilla Thunderbird, Microsoft Outlook, Outlook Express,
Squirrelmail, roundcube dll
D.
FORMAT MAILBOX
Terdapat dua format penyimpanan email dalam sistem berbasis *NIX
like (BSD, Linux, Solaris dll) yakni :
1. Mbox
Format penyimpanan
email awal dari sistem berbasis *NIX, mbox menyimpan semua e-mail seorang user dalam sebuah file teks. Setiap
proses yang bekerja dengan menggunakan mbox menggunakan sistem lock/unlock.
Lebih lengkapnya cara kerja mbox dapat dijelaskan sebagai berikut :
Penerimaan/penyimpanan
sebuah mail :
-
Lock mailbox
-
Menambahkan header
(biasanya “From [alamat pengirim] [tanggal dan waktu diterima] dan isi mail
-
Unlock mailbox
Mengambil
sebuah mail
-
Lock mailbox
-
Mencari email dan
membacanya
-
Mengupdate status
email tersebut (read/unread)
-
Unlock mailbox
Menghapus sebuah
mail
-
Lock mailbox
-
Memindahkan isi
dari mailbox, dimulai dari posisi setelah mail akan dihapus sampai akhir dari
mail yang akan dihapus
-
Mengurangi ukuran
mailbox dengan ukuran dari mail yang akan dihapus
-
Unlock mailbox
Mencari
sebuah mail
-
Lock mailbox
-
Mencari file pada
mailbox
-
Unlock mailbox
Keuntungan
:
-
Mbox menggunakan
format universal (text) sehingga disupport oleh banyak editor
-
Penambahan email
baru pada mailbox cepat
-
Pencarian text
pada satu file mailbox cepat
Kerugiannya
:
-
Memiliki masalah
pada file locking, hanya satu proses berjalan satu waktu
-
Tidak mendukung
penyimpanan pada NFS
-
Format mbox
cenderung korup, file mbox korup = hilang semua email
2. Maildir
Cara baru
penyimpanan pesan email pada sistem operasi berbasis *NIX, pada format Maildir,
setiap email disimpan dalam satu
file yang berbeda. Masing-masing user akan memiliki satu direktori
Maildir yang terdiri dari tiga buah folder yakni new, cur, dan tmp.
Cara kerja Maildir
:
Menerima dan
menyimpan sebuah mail :
-
Membuat sebuah
file unik pada direktori tmp
-
Menuliskan email
kedalam file yang sudah dibuat tadi
-
Memindahkan file
yang sudah dibuat tadi kedalam direktori new
Mengambil/membaca
email
-
Menemukan dan
membaca email
-
Memindahkan email
dari direktori new ke direktori cur, kemudian ditambahkan flag status kedalam
filename tersebut
Menghapus
email
-
Menghapus file
yang berisi email yang ingin dihapus
Mencari email
-
Mencari setiap
file email
Keuntungan
Maildir :
-
Cepat dalam
menemukan, mengambil, dam membaca spesifik email
-
Tidak perlu proses
lock file
-
Dapat menggunakan
NFS
-
Imun terhadap file
corrupt (kerusakan pada satu file tidak mempengaruhi file lainnya)
Kerugian :
-
Beberapa file
sistem itdak bisa menghandle jumlah file kecil yang banyak (satu emai satu
file)
-
Lambat untuk
pencarian text dalam email keseluruhan (karena membutuhkan membuka semua file)
E.
MAILING LIST
Mailing list atau milis
adalah sebuah alamat email yang digunakan untuk pengiriman kepada sebuah grup
atau kumpulan alamat email yang ikut berlanggananan terhadapnya. Ada dua tipe
milis yakni yang bersifat satu arah, dimana pengiriman email hanya bisa
dilakukan oleh administrator/pemilik milis tersebut. Biasanya tipe milis ini
disebut announcement list. Tipe yang
kedua adalah mailist yang bersifat dua arah, anggota dari milis tersebut bisa
mengirimkan message ke milis. Tipe ini biasanya disebut sebagai discussion list.
Discusion list terbagi lagi menjadi dua tipe yakni moderated
list dan unmoderated. Moderated list, setiap email yang dikirim akan diperiksa
terlebih dahulu oleh moderator list sebelum dikirimkan ke milis. Sedangkan pada
unmoderated list, email yang dikirimkan ke milis tidak harus diperiksa terlebih
dahulu oleh moderator untuk dikirimkan ke milis tersebut.
Anggota milis dapat
memilih menerima email dari milis secara individual email atau menerima
intisari-nya saja (digest) secara periodik.
Mailing list bersifat
opsional untuk sebuah mail server, artinya boleh ada atau tidak. Beberapa
contoh program mailing list diantaranya adalah mailman dan ezmlm
F.
PUSH DAN PULL MAIL
Pengiriman E-mail dari mailbox user di
server agar sampai pada mail client (MUA) penerima dapat dilakukan melalui dua
protokol yakni :
a. Push protocol, pada protokol ini yang melakukan inisiasi
pengiriman email dari mailbox user di server ke mail user agent adalah si pengirim.
b. Pull protocol, pada protokol ini yang melakukan inisiasi
pengiriman mail dari mailbox user di server ke mail user agent penerima adalah
si penerima.
G.
INSTALASI DAN KONFIGURASI
Pada matakuliah
implementasi layanan jaringan ini menggunakan Postfix sebagai MTA,
dovecot sebagai IMAP dan
POP3 server, dan squirrelmail
sebagai MUA melalui webmailnya.
Posfix
Postfix adalah sebuah program pengirim email yang ditulis
oleh Wietse Venema, yang
mulai menjadi alternatif lain terhadap dominasi penggunaan Sendmail. Postfix berusaha menjadi
program yang cepat, mudah dikelola, dan aman, dimana juga harus cukup sesuai
dan cocok dengan Sendmail sehingga tidak mengecewakan penggunanya. Maka dari
itu, jika dilihat sekilas dari luar nampak mirip seperti Sendmail, tapi didalam
semuanya berbeda. (http://postfix.or.id).
Postfix adalah MTA default pada sistem operasi Ubuntu. Untuk
melakukan instalasi Postfix pada sistem operasi ubuntu jalankan perintah
berikut :
Sudo apt-get install postfix
Setelah proses instalasi berjalan dengan baik, langkah
selanjutnya adalah melakukan konfigurasi. File-file konfigurasi postfix di
simpan pada direktori /etc/postfix. Gunakan text editor untuk mengedit file
main.cf yang merupakan file konfigurasi utama dari Postfix. Bagian yang perlu
di edit diantaranya adalah :
·
Host name
Edit
bagian myhostname dengan nama hostname komputer yang sudah didaftarkan di dns,
misalnya anda mendaftarkan hostname server yang dibuat adalah mail.jasait.com
maka isikan bagian :
Myhostname
= mail.jasait.com
·
Domain
Edit
bagian mydomain dengan nama domain yang telah didaftarkan misalnya jasait.com
Mydomain
= jasait.com
·
Destination (alamat tujuan)
Bagian
ini adalah bagian dari alamat-alamat yang dikelola dan menjadi tujuan dari
email-email yang dikirimkan ke server ini. Misalnya host ini mengelola semua
alamat @jasait.com dan @mail.jasait.com maka parameter dari mydestination-nya
adalah :
Mydestination
= $mydomain, $myhostname (ingat parameter myhostname dan mydomain diatas)
·
Reject email dari user yang tidak diketahui
Bagian
ini mendefinisikan agar hanya dengan user yang terdaftar pada server kita saja
yang di layani, jika ada email yang tidak terdaftar dalam server akan otomatis
di reject. Hal ini penting agar server tidak dibebani oleh mail yang tidak
jelas.
Local_recipient_maps
= unix:passwd.byname $alias_maps
·
Myorigin
Bagian
ini mendefinisikan postfix menggunakan alamat from apa untuk pengiriman email
secara default. Misalnya disetting myorigin = $mydomain artinya semua email
from akan disetting @jasait.com (lihat setting $mydomain diatas)
·
Home_mailbox
Bagian
ini mendefinisikan format penyimpanan mail apa yang digunakan mailbox ataukah
Maildir, secara default Ubuntu menggunakan mbox sebagai format penyimpanan
email
Home_mailbox
= Maildir/
·
Mynetwork
Pada
bagian ini didefinisikan alamat network yang diperbolehkan terhubung untuk
melakukan relay untuk pengiriman email
Mynetwork
= 127.0.0.1/8
·
Relayhost
Bagian
ini mendefinisikan alamat relay yang digunakan jika server tidak bisa
berkomunikasi secara langsung dengan server MTA lain (menggunakan perantara,
biasanya mail server dari ISP)
Apabila konfigurasi sudah dilakukan, langkah selanjutnya
adalah mengaktifkan servis postfix. Jalankan perintah berikut (sebagai root)
untuk mengaktifkan postfix :
#/etc/init.d/postfix start
Dovecot
Dovecot adalah program yang bisa digunakan sebagai protocol
yang menjembatani user untuk mengakses mail yang ada di server dengan
menggunakan protocol POP3, IMAP maupun versi secure dari keduanya yakni POP3s
dan IMAPs.
Untuk instalasi dovecot jalankan perintah berikut :
Sudo apt-get install dovecot-imapd dovecot-pop3d
dovecot-common
Setelah proses instalasi berjalan dengan benar, langkah
selanjutnya adalah melakukan proses konfigurasi. File konfigurasi doveconf
berada pada directory /etc yakni dovecot.conf. Parameter yang harus diedit
diantaranya adalah :
·
Protocols = imap pop3 imaps pop3s
·
Disable_plain_text = no
·
pop3_uidl_format = %08Xu%08Xv
·
mail_location = maildir:/home/%u/Maildir
Sebelum servis POP3 maupun IMAP berjalan sempurna, sebaiknya mengaktifkan juga opsi auth_debug = yes agar bisa mengecek error
apabila dovecot tidak berjalan dengan benar.
Langkah selanjutnya adalah membuat direktori Maildir sebagai
format penyimpanan e-mail. Pembuatan direktori Maildir dilakukan dengan
perintah maildirmake.dovecot (maildirmake saja untuk courier-imap), jangan
membuat direktori Maildir secara manual(dengan perintah mkdir) karena tidak
akan jalan. Agar setiap kali membuat user baru Maildir otomatis ditambahkan,
maka buat direktori Maildir tersebut di /etc/skel
sudo
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir
sudo
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir/.Drafts
sudo
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir/.Sent
sudo
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir/.Trash
sudo
maildirmake.dovecot /etc/skel/Maildir/.Templates
|
Untuk user yang sudah ada, misalnya user budhi :
sudo cp -r
/etc/skel/Maildir /home/budhi/
sudo chown
-R budhi:usergroup /home/budhi/Maildir
sudo chmod
-R 700 /home/budhi/Maildir
|
Jika proses konfigurasi
dovecot dan pembuatan Maildir telah dilakukan, hidupkan servis dovecot dengan menjalankan
perintah :
#/etc/init.d/dovecot
start
Webmail
Webmail yang akan
digunakan pada praktikum implementasi layanan jaringan ini adalah squirrelmail. Untuk
menginstall squirrelmail pastikan servis berikut sudah jalan :
·
apache
·
php
·
record di DNS
untuk akses URL squirrelmail lewat web
Dengan asumsi semua
servis diatas sudah jalan, langkah instalasi squirrelmail adalah sebagai
berikut :
·
Extract hasil
download squirrelmail (biasanya file dalam bentuk tar.gz) dengan perintah #tar
–xvzf squirrelmail-x.x.tar.gz (x versi dari squirrelmail).
·
Simpan hasil
extract ke lokasi yang akan dijadikan DocumentRoot-nya, misal /var/www/mail
·
Lakukan
konfigurasi squirrelmail dengan menjalankan script conf.pl yang ada di
direktori config pada direktori /var/ww/mail (atau direktori lain yang akan
dijadikan DocumentRoot)
·
Buat virtual host
baru pada konfig apache untuk akses squirrelmail lewat web, dengan menjalankan
perintah
#cp
/etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/squirrelmail
·
Edit file virtual
host baru tersebut dengan text editor (nano, gedit, etc)
#nano
/etc/apache2/sites-available/squirrelmail
Parameter yang
perlu dirubah/ditambahkan :
ServerName
mail.localhost (ganti ini dengan url/record yang dibuat di DNS)
DocumentRoot
/var/www/mail
·
Aktifkan virtual
host baru dengan perintah :
#a2ensite
/etc/apache2/sites-available/squirrelmail
#/etc/init.d/apache2
reload
·
Test melalui
browser ke url/record yang dibuat di DNS
http://mail.localhost
(ganti dengan url masing-masing)
Konfigurasi Squirrelmail
Langkah-langkah
konfigurasi Squirrelmail :
·
Masuk ke direktori
config pada direktori program squirrelmail berada
·
Jalankan perintah
conf.pl dengan mengetikan ./conf.pl
Tampilannya akan
tampak seperti ini :
SquirrelMail Configuration : Read: config.php (1.4.0)
---------------------------------------------------------
Main Menu --
1. Organization
Preferences
2. Server Settings
3. Folder Defaults
4. General Options
5. Themes
6. Address Books
7. Message of the Day
(MOTD)
8. Plugins
9. Database
10. Languages
D. Set pre-defined
settings for specific IMAP servers
C Turn color on
S Save data
Q Quit
Command >> 1
|
·
Masukan
angka-angka yang tertera pada bagian kanan untuk mengkonfigurasi
parameter-parameter squirrelmail :
Angka 1 ->
pengaturan konfigurasi organisasi/pemilik mail server ini yang meliputi nama,
logo, dll
Angka 2 ->
pengaturan konfigurasi parameter server meliputi port yang digunakan, jenis
imap yang dipakai dll
Angka 3 ->
pengaturan konfigurasi Folder default yang ada di tampilan squirrelmail :
Drafts, Sent, Trash dll
Angka 4 ->
pengaturan umum, termasukd didalamnya pengaturan tempat menyimpan kontak dan
attachment
Angka 5 ->
pengaturan tampilan default yang digunakan
Angka 6 ->
pengaturan kontak / buku alamat
Angka 7 ->
pengaturan pesan ketika user login
Angka 8 ->
pengaturan plugin squirrelmail
Angka 9 ->
pengaturan basis data
Angka 10 ->
pengaturan bahasa
Huruf D ->
pengaturan jenis imap yang default dipakai
Huruf C ->
pengaturan tampilan warna konfigurasi shell
Huruf S -> save
Huruf R ->
kembali ke menu utama
Huruf Q ->
Quit, keluar dari menu konfigurasi
·
Setelah proses
konfigurasi selesai, save dan cek lewat web hasilnya
H.
TROUBLESHOOTING MAIL SERVER
Proses instalasi tidak
selalu berjalan dengan benar, adakalanya ketika semua proses sudah dilakukan
akan tetapi hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk
itu mengetahui cara untuk menelusuri kesalahan/error dari servis aplikasi yang sudah
diinstall dan dijalankan menjadi keahlian yang sangat diperlukan. Untuk
melakukan troubleshooting atau menelusuri kesalahan sistem mail server dapat
dilakukan lewat beberapa cara diantaranya :
Proses
Cek apakah proses untuk
servis-servis yang bersangkutan sudah berjalan atau tidak? Gunakan perintah ps
dan grep untuk melihatnya :
Cek
proses postfix sebagai MTA/smtp server
ubuntu:~#
ps ax |grep postfix
2149 ?
Ss 0:00
/usr/lib/postfix/master
6383 pts/0
S+ 0:00 grep postfix
Cek
proses dovecot sebagai imap dan pop3 server
ubuntu:~#
ps ax |grep dovecot
2024 ?
Ss 0:00 /usr/sbin/dovecot -c
/etc/dovecot/dovecot.conf
2026 ?
S 0:00 dovecot-auth
2042 ?
S 0:01 dovecot-auth -w
6385 pts/0
S+ 0:00 grep dovecot
Cek
proses apache2 untuk webmail
ubuntu:~#
ps ax |grep apache
1553 ?
Ss 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
1608 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
1609 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
1610 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
1611 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
1612 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
3014 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
3035 ?
S 0:00 /usr/sbin/apache2 -k
start
6406 pts/0
S+ 0:00 grep apache
Telnet
Jika prosesnya sudah
berjalan, langkah selanjutnya adalah mengetes semua aplikasi tersebut apakah
berjalan dan sesuai penggunaan portnya masing-masing.
Postfix
ubuntu:~# telnet localhost 25
Trying ::1...
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.
Escape character is '^]'.
220 jasait.com ESMTP Postfix (Ubuntu/GNU)
mail from:<budhi@jasait.com>
250 2.1.0 Ok
rcpt to : <calakan@jasait.com>
501 5.5.4 Syntax: RCPT TO:<address>
rcpt to:<calakan@jasait.com>
250 2.1.5 Ok
data
354 End data with <CR><LF>.<CR><LF>
haii ini email dari admin
test mail lewat telnet
.
250 2.0.0 Ok: queued as E1DA9F4996
quit
221 2.0.0 Bye
Connection closed by foreign host.
|
POP3
ubuntu:~# telnet localhost 110
Trying ::1...
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.
Escape character is '^]'.
+OK Dovecot ready.
USER test
+OK
PASS passpass
+OK Logged in.
LIST
+OK 1 messages:
1 770
.
RETR 1
+OK 770 octets
Return-Path: <test@jasaIT.com>
X-Original-To: test@localhost
Delivered-To: test@localhost
Received: from mail.localhost (localhost [127.0.0.1])
by jasait.com
(Postfix) with ESMTP id 1D9C0F4996;
Wed, 11 Apr
2012 04:24:32 -0700 (PDT)
Received: from 127.0.0.1
(SquirrelMail
authenticated user test)
by
mail.localhost with HTTP;
Wed, 11 Apr 2012
04:24:32 -0700
Message-ID:
<e66723e6d5692b4e7ae6d7a4a27dcf3f.squirrel@mail.localhost>
Date: Wed, 11 Apr 2012 04:24:32 -0700
Subject: maildir
From: test@jasaIT.com
To: test@localhost,
calakan@localhost
User-Agent: SquirrelMail/1.4.22
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain;charset=iso-8859-1
Content-Transfer-Encoding: 8bit
X-Priority: 3 (Normal)
Importance: Normal
test
.
quit
+OK Logging out.
Connection closed by foreign host.
|
IMAP
ubuntu:~# telnet localhost 143
Trying ::1...
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.
Escape character is '^]'.
* OK [CAPABILITY IMAP4rev1 LITERAL+ SASL-IR LOGIN-REFERRALS ID
ENABLE STARTTLS AUTH=PLAIN] Dovecot ready.
* BAD Error in IMAP command received by server.
01 LOGIN test passpass
01 OK [CAPABILITY IMAP4rev1 LITERAL+ SASL-IR LOGIN-REFERRALS
ID ENABLE SORT SORT=DISPLAY THREAD=REFERENCES THREAD=REFS MULTIAPPEND
UNSELECT IDLE CHILDREN NAMESPACE UIDPLUS LIST-EXTENDED I18NLEVEL=1 CONDSTORE
QRESYNC ESEARCH ESORT SEARCHRES WITHIN CONTEXT=SEARCH LIST-STATUS] Logged in
02 LIST "" *
* LIST (\HasNoChildren) "." "Templates"
* LIST (\HasNoChildren) "." "Drafts"
* LIST (\HasChildren) "." "INBOX"
* LIST (\HasNoChildren) "." "INBOX.Sent"
* LIST (\HasNoChildren) "." "INBOX.Drafts"
* LIST (\HasNoChildren) "." "INBOX.Trash"
* LIST (\HasNoChildren) "." "Sent"
* LIST (\HasNoChildren) "." "Trash"
02 OK List completed.
03 SELECT mailbox
03 NO Mailbox doesn't exist: mailbox
03 SELECT INBOX
* FLAGS (\Answered \Flagged \Deleted \Seen \Draft)
* OK [PERMANENTFLAGS (\Answered \Flagged \Deleted \Seen \Draft
\*)] Flags permitted.
* 1 EXISTS
* 0 RECENT
* OK [UIDVALIDITY 1334140562] UIDs valid
* OK [UIDNEXT 2] Predicted next UID
* OK [HIGHESTMODSEQ 1] Highest
03 OK [READ-WRITE] Select completed.
04 quit
04 BAD Error in IMAP command QUIT: Unknown command.
04 exit
04 BAD Error in IMAP command EXIT: Unknown command.
04 logout
* BYE Logging out
04 OK Logout completed.
Connection closed by foreign host.
|
Selanjutnya, apabila
proses telnet menunjukan tidak ada masalah,
cek log dari servis-servis tersebut. Untuk servis mail, log disimpan
pada file /var/log/mail.log dan /var/log/mail.err
ubuntu:~# tail -f /var/log/mail.log
Apr 11 04:34:45 ubuntu dovecot: auth(default): new auth
connection: pid=4357
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth(default): client in:
AUTH#0111#011PLAIN#011service=imap#011secured#011lip=127.0.0.1#011rip=127.0.0.1#011lport=143#011rport=41149#011resp=<hidden>
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth-worker(default):
pam(test,127.0.0.1): lookup service=dovecot
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth-worker(default):
pam(test,127.0.0.1): #1/1 style=1 msg=Password:
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth(default): client out:
OK#0111#011user=test
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth(default): master in: REQUEST#01118#0113601#0111
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth(default):
passwd(test,127.0.0.1): lookup
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: auth(default): master out:
USER#01118#011test#011system_groups_user=test#011uid=1002#011gid=1002#011home=/home/test
Apr 11 04:34:56 ubuntu dovecot: imap-login: Login:
user=<test>, method=PLAIN, rip=127.0.0.1, lip=127.0.0.1, secured
Apr 11 04:35:51 ubuntu dovecot: IMAP(test): Disconnected:
Logged out bytes=77/1124
^C
ubuntu:~# tail -f /var/log/mail.err
Apr 11 03:24:38 ubuntu dovecot: POP3(budhi): mail_location not
set and autodetection failed: Mail storage autodetection failed with
home=/home/budhi
Apr 11 03:24:38 ubuntu dovecot: POP3(budhi): Fatal: Namespace
initialization failed
Apr 11 03:27:01 ubuntu dovecot: POP3(test): mail_location not
set and autodetection failed: Mail storage autodetection failed with
home=/home/test
Apr 11 03:27:01 ubuntu dovecot: POP3(test): Fatal: Namespace
initialization failed
|
2 Studi Kasus
Pada bagian ini dijelaskan kasus
yang berkaitan dengan topik yang disampaikan beserta penyelesaian (solusi)
kasus tersebut. Melalui studi kasus yang disajikan, diharapkan mahasiswa
mempunyai gambaran yang lebih kongkret terkait topik yang disampaikan. Dengan
memberikan solusi sesuai dengan kasus yang disampaikan, diharapkan mahasiswa
mempunyai (alternatif) solusi yang sudah diuji kebenarannya.
Team dosen pengajar bertanggung
jawab untuk melakukan validasi solusi yang disampaikan pada bagian studi kasus.
Solusi yang dimaksud, dituliskan pada bagian 4 Pembahasan.
Studi kasus yang disampaikan
diperbolehkan untuk dikerjakan secara individu atau berkelompok, sesuai dengan
sasaran yang ingin dicapai. Yang harus diperhatikan adalah pencantuman cara
pengerjaan soal-soal yang diberikan kepada mahasiswa.
Komentar
Posting Komentar